Nov 25 2012

This is My Passion

Published by at 4:48 pm under Thoughts

Ketika di gereja saya, para jemaat diajarkan untuk memberkati orang-orang di sekitar kita dengan memberikan sesuatu yg bisa berdampak baik kepada lingkungan. It does sounds hard, doesn’t it?  Ternyata semua itu gak sesulit yg saya bayangkan sebelumnya, karena gereja mengajarkan caranya. How? Semua juga ingin pastinya berbuat baik yg bisa memberi dampak. Ternyata gak usah jauh-jauh mikirnya, karena semua bisa dilakukan sesuai dengan passion kita, panggilan hati kita, you have to do something at what cause you most concerned.

Disitu saya mulai berpikir, apa ya panggilan hati saya? passion saya? Sebenarnya gereja saya juga memfasilitasi banyak pelayanan, seperti: support anak jalanan, mengajar anak-anak sekolah minggu, support orang tidak mampu (charity), sampai hobi-hobi seperti menjahit, olahraga, dan lain-lain. Mengapa hobi jadi pelayanan? Siapa bilang hobi tidak bisa menjadi passion dan jika kita punya passion, disitu kita bisa melakukan sesuatu untuk orang-orang sekitar. Misalnya, ikut olahraga basket, sesama pecinta basket pasti punya kesamaan interest, dari kesamaan itu kita menjadi dekat, saling bantu, saling sharing permasalahan hidup, jika kamu bantu temanmu disitu, bukankah itu juga namanya melayani? Tim basket bisa mengadakan komunitas yg membantu anak-anak muda berbakat di bidangnya, banyak kok hal lainnya yg bisa dilakukan dalam sebuah hobi.

Emang kenapa sih harus melayani? karena kita adalah mahkluk sosial yg tidak bisa hidup sendiri, jika kita hidup untuk diri sendiri diantara banyaknya permasalahan dunia ini, bukankah itu namanya egois? lagipula memberi adalah lebih baik daripada menerima :) why is that? just try give more rather than take more, I bet you’ll be a happier person.

Oke sudah yah kotbahnya hehe…niat awal tujuan posting ini bukan itu kok, hanya pembukaan aja. Jadi ketika saya berpikir kok di gereja gak ada komunitas yg bikin saya pengen terjun melayani. Awalnya saya berpikir, dari semua aktifitas gereja, yg saya paling minat untuk support adalah “anak jalanan”. Karena terus terang liat anak-anak jalanan itu ngamen dengan baju lusuh sometimes hati sedih. Tapi itu “sometimes”, sayapun belum-belum saja join komunitas itu.

Tapi, saya baru tersadar kalau saya akan sangat terenyuh melihat foto-foto anjing jalanan yg lusuh, tersiksa melihat anjing-anjing yg di abuse manusia, terharu membaca cerita anjing yg setia dan menolong majikannya. Saya suka anjing semenjak SMP ketika seekor anjing peking tersasar ke rumah saya dan saya temukan dia dibalik berangkal barang di depan kamar saya. Mama saya mengijinkan anjing itu kami piara, disitu asal mula saya suka sekali anjing. Saya juga punya anjing chihuahua 4 ekor yg saya sayangi dengan sepenuh hati. Jadi apakah panggilan saya adalah join dengan komunitas dog shelter yg tujuannya menyelamatkan anjing-anjing terlantar? ya, saya mau sekali. Sayangnya di gereja tidak ada, lalu saya berpikir bahwa jika kita ingin memberikan sesuatu, maka mulailah lakukan sesuatu dari hal yg kecil dulu, maka sayapun browsing cari tahu soal komunitas pecinta anjing. Saya join semua komunitas pecinta anjing yg ada di facebook, tapi tidak bisa menemukan satupun komunitas seperti itu yg basecamp-nya di Bandung. Tidak menyerah, saya do something dengan menyumbang sebisa saya kepada komunitas2 tsb setiap bulan, and it makes me feel good that at least i do something.

Kemudian saya pelan-pelan menyadari, bahwa hati saya hancur melihat orang utan yg banyak dibunuh di kalimantan, saya benci mereka yg mengeksploitasi monyet untuk jadi atraksi topeng monyet, saya bahkan kesal melihat lumba-lumba dan paus yg dibunuh oleh nelayan-nelayan di Taiji, Jepang. Setiap hal yg mengesalkan hati saya itu, saya tidak lalu melupakannya, kebiasaan saya adalah saya mencari tahu detail soal hal itu, saya cari tahu lumba-lumba itu seperti apa habitatnya, dan saya terkagum-kagum dengan ciptaan Tuhan yg satu ini karena mereka adalah binatang yg sangat cerdas. Ok, I can go on forever talking about how amazing dolphin is..hehe.. tapi bukan itu tujuan posting saya kali ini. Saya juga cari tahu soal Orang Utan dan habitatnya di hutan, kenapa banyaknya lahan kelapa sawit baru di kalimantan membahayakan habitat orang utan dan semua itu akan kembali merugikan kita karena ekosistem perlahan-lahan terancam siklusnya.Sampai soal perlakuan terhadap hewan-hewan kurban yg kejam pada saat Idul Adha sempat menyita pikiran saya sehingga membuat saya mencari tahu adakah cara yg paling baik dalam menyembelih hewan kurban/ternak untuk dimakan. Ok, and so on..and so on…ada banyak lagi hal-hal yg akan membuat saya mengubek-ubek data di dunia maya ini demi mengisi pengetahuan saya tentang binatang-binatang ciptaan Tuhan yg luar biasa ini.

Jadi, secara tidak saya sadari, saya menemukan passion dan kepedulian utama saya dimana saya akan begerak membagikan apa yg saya tahu kepada orang-orang sekitar tanpa saya sadari, tanpa harus orang mendorong saya. Yes, my cause is Animal Welfare, not only dogs, but Animals. Memang saya belum sampai terjun ke lapangan menolong anjing terlantar langsung, karena kemampuan saya sendiri terbatas, jika di Bandung ada komunitas seperti itu, saya dengan senang hati akan join. Meanwhile, i do what i can do, i share animal welfare awareness on my Facebook, Twitter, Blackberry Messenger, donating money to help dog resquer community, and if there any chance to help poor animal in any way i can, i will jump right away.
Some people might say: “why must animal when there are many homeless people outthere? isn’t that useless. Bantu manusia dululah..baru mikirin binatang.”
Saya tidak akan men-judge orang-orang seperti ini, mereka punya pemikiran sendiri. Tapi kalau harus menjawab pertanyaan seperti itu, maka saya akan menjawab: because this is my passion and this is what God put in my heart, or else why do i care more about animals than anything?

Tapi kalau orang yg berpikir seperti itu mulai menjudge bahwa yg saya lakukan tidak sepenting orang yg menolong anak jalanan, misalnya. Well, saya akan tersinggung. Apakah saya peduli terhadap kemiskinan? I do, saya sebisa menyumbang setiap kali gereja mengumpulkan dana sumbangan untuk anak-anak terlantar, saya juga mengumpulkan baju-baju bekas dan diberikan ke komunitas peduli anak jalanan. Saya juga peduli terhadap kebersihan lingkungan, penghijauan (maka saya melakukan tanam pohon di halaman rumah sendiri), dan pentingnya daerah serapan juga paru-paru kota. Tapi boleh saya katakan jika saya melihat orang-orang tidak berdosa korban perang di TV, hati saya tidak sehancur jika saya melihat seekor gajah dipukuli oleh rantai yg ujungnya menggantung bola duri terbuat dari besi. Saya juga lebih menyukai anjing tidak dikenal, ketimbang orang tidak dikenal hehe… Saya percaya Tuhan menempatkan concern yg berbeda pada hati setiap orang, kalau semua orang tujuan kepeduliannya sama semua, dunia tidak akan balance. Sudah banyak manusia menolong manusia, tapi orang menolong binatang? orang menolong lingkungan? Apakah jika semua manusia hanya membantu manusia saja, dunia pasti akan menjadi a better place to live? Bagaimana dengan orang-orang yg mengeksploitasi satwa liar jika dibiarkan begitu saja? Pasti satwa akan punah, dan ekosistem terganggu, siapa yg rugi? manusia juga. Jadi jangan apatis jika kita melihat teman atau orang yg kepeduliannya berbeda dengan kita, justru saya salut melihat seorang wanita tuna rungu yang berhasil sekolah sampai S2, di bidang komunikasi lagi! dan sekarang wanita itu membantu orang-orang tuna rungu lainnya agar bisa hidup seperti orang normal, dia menginspirasi tidak hanya tuna rungu lainnya, tetapi saya juga :)

So, what is your cause? your passion? your interest to make even a little difference in this cruel-cruel world?

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply