Aug 30 2009
The Feeling ‘Complete’
Kemaren malem, diatas kasur kita berdua berbaring. And then he told me this:
“Aku baru tau rasanya merasa penuh di dalam hatiku ini…”
Aku masih bingung, terus dia bilang, “waktu pertama kali aku mau nikahin kamu, aku janji sama Tuhan aku harus menjaga kamu dan bertanggung jawab atas kamu ke Tuhan. Itu aja yg aku tau… karena sebelum nikah, dulu banget, waktu aku belum sama kamu, aku suka mikir…kalau orang menikah tuh gimana kalau bosen? Gimana kalau pasanganku ada sifat yang gak cocok? Gimana kalo suatu saat semua jadi hambar dan biasa aja? Gimana kalau tergoda selingkuh? Dan beberapa bulan yang lalu aku kepikiran lagi soal pertanyaan-pertanyaanku dulu…ternyata saat ini aku udah nemu jawabannya, aku baru sadar..kalau saat ini aku sama sekali gak ngerasa demikian, malah gak kepikiran. Aku malah merasa dengan adanya kamu, aku merasa complete, I feel full inside, gak ada kekosongan seperti dulu, pokonya…beda banget rasanya,hun..having you beside me as my wife, rasanya seneng banget, ada kamu dan gak ada kamu beda banget rasanya. Misalnya aja..kalo aku di tempat kerja, sama aku pulang di rumah..beda rasanya, di rumah ada kamu,aku merasa seneng karena ada kamu deket aku. So, aku jadi mikir…oh, gini ya ternyata rasanya menikah. Bukan hanya aku harus janji tanggung jawab atas kamu kepada Tuhan, tapi dengan adanya kamu, aku merasa full. Dengan aku merasa lengkap begini, gak perlu janji sama Tuhan-pun aku dengan sendirinya bertanggung jawab atas kamu.”
Oh wow….I was speechless and flattered at the same time…I feel the same too, Hun..but you describe it beautifully in words, thank you my love…
Best Regards,
Vierna
Sent from my BlackBerry®



on 04 Oct 2009 at 9:58 am
waw……..keren ajaaaa…so romantic gt hihihihi
Reply
vierz reply on October 8th, 2009:
hehehe…iya, sampe bengong dengernya…tapi bengong yg tersipu-sipu hihih…