Feb 22 2016

Saya Seorang Introvert dan Bangga

Published by at 1:22 pm under Thoughts

Sekian lama gue hidup, baru sekitar 4-5 tahun belakangan gue mencoba mengikuti ritme yang diri gue mau. Gue berdamai dengan diri gue, menerima diri gue apa adanya, do what i can do to others while keeping myself sane.
Ternyata keanehan yang gue rasakan ini ada jawabannya. Ya, gue tau gue termasuk orang yang punya personality introvert, tapi makna introvert sesungguhnya baru gue dalami belakangan, gue baca soal artikel2 introversion dan wow… Ternyata ada penjelasan untuk personality gue, sayangnya orang Indonesia mungkin belum banyak yang tau tentang apa arti introversion itu sebenar-benarnya.
So, gue mau jelasin dari sisi gue.

Sejak gue smp atau mungkin sd, gue sudah menyadari bahwa gue ini tipe orang yang sangat berpikir, terlalu banyak berpikir ke dalam diri sendiri dan keadaan di sekeliling gue, gue kritis di dalam sini (tunjuk kepala sendiri).
SD gue seneng denger radio di kamar dan gue minta dibeliin stereo sendiri, i enjoy listening to music in my room all by myself. I hate when my parents or my sister/brother intruding :p

SMP gue mulai suka baca dan nulis, i wrote many stories, read many comics and novels, gue menemukan dunia yang “gue banget” waktu mama ngajakin gue untuk jadi member di salah satu perpustakaan, dari situ semua perpustakaan yang ada di komplek gue, gue pasti jadi membernya. Dan kalo gue baca bisa seharian gak keluar kamar sampai mama kadang marah karena gue ‘ngerem’ di kamar mulu.
Of course i have bestfriend di rumah maupun di sekolah, tapi gue merasa beda ketika temen2 gue mulai jatuh hati sama lawan jenis dan mereka cerita soal perasaannya, gue menyadari gue juga punya kecengan tapi kok gue gak bisa seterbuka temen gue ceritain perasaannya?

SMA, gue semakin menyadari lagi kalau gue ini kok gak bisa kaya temen-temen yang easyangoing dan terbuka mengenai perasaan maupun kehidupan mereka. Jadinya rada minder juga kalo orang kok bisa sih gaul sana sini, sementara gue nervous banget kalo ada di tempat yang crowded, temen2 bisa excited bgt kalo ada acara Pensi, gue biasa aja tuh. Dan gue lebih seneng punya temen deket tuh sedikit aja, dan gue nyaman di lingkaran temen yang sedikit itu, kalo harus nemplok kesana kemari malah gak nyaman banget, call me gak gaul apalah, ya udah mau gimana lagi gue merasa begitu heheh..

Kuliah juga gue juga membentuk geng sendiri, ada sekitar 7-9 orang temen main gue. yang lain punya kenalan anak fakultas lain, gue mah ya mereka2 aja.
Gue juga gak ikutan oranganisasi2an, pernah coba tapi gue emang dasarnya gak suka punya komunitas begituan. Tapi gue mulai suka blogging, menulis tetap jadi cara berkomunikasi yang paling gue sukai. Blog gue cukup banyak visitornya dan bahkan ada yang ketemuan dan jadi temen di real life. Sampai akhirnya gue juga menghasilkan novel yang diterbitkan salah satu publisher waktu itu. Gue juga mulai mendalami ilmu per website-an. Semua yang gue lakukan adalah ciri-ciri introversion.

Now that i have learned, introvert itu mungkin menguasai hanya seperempatnya dunia heheh.. Maksudnya gini, setiap 2-3 orang ekstrovert ada 1 orang introvert. Tapi aturan baku bersosialisasi di masyarakat umum itu sudah keburu dibikin pakemnya sama orang ekstrovert, bahwa manusia yang sehat mentalnya itu adalah manusia yang easyangoing, terbuka, bergaul, banyak temennya, dll. Introversion dulu dianggap kelainan semacam antisosial, tapi di era modern psikolog sudah menyadari bahwa introversion itu bukan kekurangan, bukan suatu disorder, tapi jenis personality yang berbeda cara bekerja otaknya. Simpel sih perbedaannya: kalo orang ekstrovert itu dapat energi dari bersosialisasi, semakin banyak ketemu orang semakin bahagia, orang introvert sebaliknya, semakin banyak bersosialisasi semakin banyak energi yang terpakai, semakin lelah juga si introvert. Semakin si introvert sendirian, semakin dia berenergi. Kalian yang ekstrovert pasti mikirnya “ih, aneh dong, mana bisa orang hidup sendiri”, ya bukan gak bisa hidup dengan adanya orang juga, hanya beda cara beroperasinya saja, tapi orang introvert butuh “nge-charge” dulu buat berinteraksi sama orang. Apakah gue enjoy bersosialisasi? Yes, gue enjoy apalagi kalo energi gue udah full ke charge, rasanya excited pengen hangout sama temen. But in the end of the day, jujur, gue merasa kaya batre soak, capek heheh..
My husband know this very well about me.

Orang introvert itu sebenarnya seperti hidup di dunia orang ekstrovert, jadi banyak dari kita mencoba menjadi orang ekstrovert dan jujur, itu melelahkan. Kenapa kita orang introvert banyak yang gak bisa jadi diri sendiri? Ya karena pandangan umum tentang personality yang baik itu adalah yang ekstrovert, padahal seharusnya ekstrovert juga punya hak utk hidup dengan caranya utk mendapatkan kebahagiaannya sendiri.

Setelah gue baca banyak artikel ttg introversion, semakin gue menjadi jelas bahwa im okay, gue gak aneh sendiri horeee! Gue bukan satu2nya orang yang gak suka pesta atau hepi dengan kesendirian. Im not a weirdo. Im just an introvert.

Thats explain alot why in my college days i didnt keep in touch with my friends as much as i used to when i didnt have a boyfriend.
Di masa kuliah gue mulai punya pacar pertama (dan terakhir heheh…). Gue dan Endy (now my husband) kemana2 udah kaya perangko,  sehingga gue gak memaintain hubungan sama temen2 kampus lagi, bahkan salah satu dari temen gue komplen katanya gue berubah gak main sama mereka lagi. Ternyata karena energi bersosialisasi gue sudah diabisin sama si pacar heheh, dan orang introvert itu gak suka multitasking, kalo fokus satu ya satu, yang lain bisa terbengkalai, begitupun temen2 gue di kampus dulu.
Bahkan dulu ada satu masa dimana gue pernah bilang sama Endy, “kita gak usah ketemu dulu” just because gue merasa dia nempel mulu (sorry hun hihihi).

Sekarang udah merit gimana? Ya kita emang bareng mulu tapi kalo dia mah udah jadi satu sama gue, so dia bukan perebut energi gue lagi 😀 lagipula when im drained and just be quiet, he understand and be quiet too. The toghetherness quiet is awesome too, you know!

So, kenapa gue bikin tulisan kayak gini? Cuma mau ngasih tau aja sama temen-temen, kolega atau bahkan orang tak dikenal yang baca ini, bahwa I am an introvert, just so you know about it. And for you who dont know what introvert means, now you know, coba cari tau siapa orang terdekatmu yang punya kepribadian introvert juga, dan kamu bisa lebih mengerti mereka sekarang.

Oh ya, buat yang punya anak dan curiga bahwa anak anda adalah seorang introvert, please jangan dipush untuk bergaul seperti orang ekstrovert, jangan dikoreksi ke-introvert-annya, karena itu malah bisa membuat si anak malah jadi pemalu krn dia dianggap berbuat kesalahan yang seharusnya bukan kesalahan. Parent should learn and give their introvert child a space, they will be a happier person :)

PS: but most people not knowing that im a real introvert, why? Because according to Myers–Briggs Type Indicator, im an INFJ. Well, im an introverted extrovert, i look like an extrovert outside but an introvert inside. Will write about this INFJ thing in the next blog.

Interesting Article about Introversion:
http://www.lifehack.orang/articles/communication/7-positives-only-introverts-would-understand.html
http://www.lifehack.orang/310388/9-struggles-only-introverts-can-relate
http://www.theatlantic.com/magazine/archive/2003/03/caring-for-your-introvert/302696/
http://www.buzzfeed.com/erinlarosa/31-unmistakable-signs-that-youre-an-introvert#.ugGlKPxnA
http://www.lifehack.orang/287117/8-signs-you-are-possibly-outgoing-introvert

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply